Rabu, 15 September 2010

petung

ImageBoleh dikatakan bahwa Petungkriyono adalah satu-satunya areal hutan perawan yang masih tersisa di Jawa Tengah, bahkan di Pulau Jawa. Terletak di lereng Gunung Ragajambangan pada ketinggian 900 – 1.600 dpl. Dari ibukota Kajen, lokasi ini dapat ditempuh dengan kendaraan umum dengan jarak sekitar 30 km. Sebagai kawasan ekowisata, Petungkryono memberikan demikian banyak pilihan obyek-obyek wisata alam yang berupa panorama pegunungan yang indah, petualangan rimba yang masih perawan, keanekaragaman tanaman dan hewan, sejumlah air terjun yang tersebar di beberapa lokasi dengan variasi keindahannya masing-masing, peninggalan sejarah serta kehidupan dan kebiasaan masyarakat sekitar yang melakukan pertanian di daerah perbukitan. Sekalipun jalan menuju ke lokasi sudah ada, namun kondisinya jauh dari sempurna. Jalan tersebut bisa dilalui kendaraan roda empat, tetapi cukup sulit apabila berpapasan dengan kendaraan lain yang berlawanan arah, oleh sebab itu perlu kendaraan yang handal dan kehati-hatian ekstra jika meng- gunakan kendara an pribadi ke loka si. Ekowisata Petungkryono telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cu- kup memadai bagi para pengunjung yang ingin melakukan petualangan diantaranya :

* Bumi perkemahan (camping ground)

Total luas yang disediakan sekitar 4 hektar dan berada di dusun Dranan Desa Yosorejo dan telah dilengkapi dengan MCK, Pendopo, Pos Jaga dan tempat bermain. Fasilitas ini sangat cocok digunakan para pencinta alam ataupun para pelajar untuk belajar mengenai masalah lingkungan dan ekosistem secara langsung di lapangan

* Gardu Pandang

Bagi para pengunjung yang ingin menikmati indahnya panorama pegunungan di Petungkriyono, telah disediakan sebuah gardu pandang yang dibangun di ketinggian dengan sudut pandang yang luas. Dari sini pengunjung dapat mengamati panorama sekitar dari berbagai sudut keindahan. Biasanya setiap pagi hari atau setelah hujan, akan ada bayangan pelangi diantara perbukitan yang sangat indah.

* Air Terjun

Sejak masuk dari pintu gerbang menuju ke lokasi, di sepanjang jalan para wisatawan akan menemukan beberapa air terjun yang mengalir dari celah-celah bukit yang terjal. Demikian pula beberapa sungai yang airnya sangat jernih, mengalir tenang tanpa sampah sedikitpun. Ada beberapa air terjun yang terdapat di Kecamatan Petungkriyono, tetapi salah satu yang besar dan banyak dikunjungi adalah Curug Muncar. Dikelilingi dengan hutan yang masih hijau, air terjun Curug Muncar ini terlihat demikian eksotis dan alamiah.

* Jungle House dan Home Stay

Bagi para pe-ngunjung yang akan singgah dan menginap untuk melaku- kan penelitian, penjelajahan atau sekedar mencari penga-
laman hidup Home Stay menyatu dengan alam dan kehidupan masyarakat sekitar, maka telah disedi- akan jungle house dan home stay sederhana yang cukup layak.

Ada empat kecamatan yang menjadi benteng wilayah Kabupaten Pekalongan bagian selatan, yaitu paling barat, Kecamatan Kandangserang, bergerak ke timur, Kecamatan Paninggaran, terus Kecamatan Lebakbarang, dan paling timur adalah Kecamatan Petungkriyono.

Kecamatan Petungkriyono, oleh Pemkab dijadikan tujuan wisata yang kelima. Lebih dari itu, status Petungkriyono adalah sebagai daerah Ekowisata (ekonomi wisata). Sebagai daerah ekowisata, Petungkriyono memiliki kelebihan potensi ekonomi dibandingkan dengan daerah lain.

Potensi yang pertama adalah di Petungkriyono terdapat budidaya tanaman strawberi. Iklim di Petungkriyono ternyata sangat cocok untuk budidaya tanaman tersebut, sehingga bisa menjadi wisata ekonomi yang mengasyikkan.

Relief tanah Petungkriyono, mampu memberikan sentuhan keindahan tersendiri. Pegunungan dan hutannya, masih dalam kawasan Dieng Plateau, yang berarti sejajar dengan pegunungan Dieng di Wonosobo.

Dari Petungkriyono ke arah barat, setelah melewati desa Tlogopakis, terdapat desa Curug Muncar. Sebuah desa yang indah. Sesuai dengan namanya, di Curug Muncar ini kita akan menemui banyak air terjun. Nyaris seluruh gunung yang membentengi Curug Muncar dari arah timur ke selatan, mengalir air terjun. Kebanyakan air terjun berundak. Yakni, sepertiga dari tempat paling atas mengalir air terjun, diikuti aliran air terjun pada sepertiga ketinggian berikutnya, sampai pada tataran ketinggian sepertiga paling bawah. Luar biasa. Sangat eksotis.